Bahas Pengolahan Jagung di Sumbawa, Bupati Bertemu Kepala PT Charon Pokhand Indonesia

oleh -524 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu lumbung jagung terbaik yang ada di NTB, guna memberikan yang terbaik bagi petani jagung, Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menggelar pertemuan dengan PT. Charon Pokhand Indonesia, di ruang rapat Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (19/07/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Haji Mo’ sapaan akrabnya didampingi Sekretaris Daerah, Drs. H. Hasan Basri, MM., dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Lalu Suharmaji Kertawijaya, ST., membahas terkait pengolahan jagung di Kabupaten Sumbawa.

Turut hadir, Kepala Dinas BPMLH, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Diskoperindag, Disnaker, Bappeda Sumbawa, Agung Wijaya selaku Manager Legal Perijinan, dan OPD terkait.

Bupati Haji Mo’ pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa, Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu lumbung jagung terbaik di NTB. Industri Pengeringan tepung jagung ini sudah seharusnya ada di Sumbawa.

BACA JUGA  Inilah Pidato Perdana Mo-Novi di Paripurna DPRD Sumbawa

“Industri pangan berupa jagung paling tinggi produksi nya di Sumbawa, adapun pengolahannya masih terbilang konvensional dan gelondongan,” jelas Bupati.

Mengingat keberadaan pengolahan ini sangat penting, Bupati berharap ada sinergi dinas terkait dengan PT Charon dalam menghadirkannya di Sumbawa.

Lanjut Bupati, jumlah silo jagung termasuk banyak di Kabupaten Sumbawa. Silo merupakan tangki berbentuk silinder dan kerucut dibagian atasnya yang berfungsi sebagai tempat penampungan jagung yang telah di keringkan sebelum diolah menjadi tepung.

Pengolahan hasil dan limbah jagung ini masih sangat kurang. Terbukti pada musim kemarau ini sangat sulit untuk menyiapkan pakan ternak dan masih mengandalkan hasil alam setelah musim penghujan datang, terang Bupati.

BACA JUGA  Bang Najam : Insentif Tenaga Kesehatan NTB Sudah Dibayar

Sementara, Kepala PT Charon Pokhand Indonesia, Alam Idrus mengungkapkan bahwa, prospek bisnis pengolahan jagung yang akan ditanganinya berpusat di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, yang fokusnya pada pakan ternak.

“Selama ini, kami telah berhasil memproduksi kurang lebih 24,3 Juta Ton, pakan olahan jagung. Kami juga bergerak dibidang bisnis ayam potong, makanan olahan Froozen Food,” ujarnya.

Adapun dampak keberadaan kami lanjutnya, dapat menyerap produksi jagung secara optimal dengan sistem yang lebih baik sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari panen jagungnya dan secara finansial ada penambahan pendapatan hasil bagi daerah.

Pt. Charon Pokhand Indonesia juga akan menyediakan pelatihan khusus bagi siswa kelas menengah dan mahasiswa dengan background pendidikan berkaitan, masyarakat sekitar juga dapat berpartisipasi demi mewujudkan kesejahteraan social.

BACA JUGA  13 Kecamatan Akan Gelar Pilkades Serentak, Ini Pesan Bupati Sumbawa

Sedangkan untuk potensi dampak negative yang akan ditimbulkan nantinya yakni debu, kebisingan suara pabrik dan limbah akan diminimalisir dengan standarisasi pabrik yang modern dan akan selalu di audit tiap bulannya.

Untuk di Kabupaten Sumbawa sendiri PT Charon sudah memiliki tanah seluas 11 HA dengan silo rencana yang akan dibangun adalah 4×5.000 metric ton, secara keseluhuran daya tampung pabriknya sekitar 5.000 metric ton kemudian nanti juga akan dibangun Gedung lab quality kontrol dan Gedung pengelolanya.

“Kualitas jagung akan terjaga jika mesin dyer berfungsi dengan baik sehingga saat menyimpan jagung yang telah dipanen tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama namun dengan konsistensi yang pas,” tutupnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.