Generasi Cerdas Menuju Sumbawa Sehat, Wabup Novi : 5 Kunci Keamanan Pangan

oleh -347 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Tingkatkan pemahaman Lansia dalam menjaga keamanan pangan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pangan dan obat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Dewi Sumbawa, Kamis (18/08/2022) ini mengangkat tema “Generasi Cerdas Menuju Sumbawa Sehat” dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd,. M.Pd,. Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa beserta jajaran, Nara Sumber dan peserta KIE.

Keamanan panganPada kesempatan tersebut, Wabup Novi menyampaikan bahwa, salah satu penyebab penyakit pada masyarakat adalah kurang terjaminnya keamanan pangan yang dikonsumsi.

Menurut Haja Novi, lima (5) Kunci keamanan pangan untuk keluarga adalah prinsip dasar untuk penerapan keamanan pangan yang dapat digunakan untuk tindakan pencegahan keracunan pangan, yaitu beli pangan yang aman, simpan pangan secara aman, siapkan pangan secara seksama, sajikan pangan secara aman, dan bersih selalu.

BACA JUGA  Amankan Satu Unit Senpi, Danrem 162/WB Berikan Reward Kepada Prajurit

Selain itu, Haja Novi juga menyarankan jika membeli pangan perhatikan kondisi penjualnya apakah sudah bersih, tidak sakit, tidak merokok, tempat (lokasi) pembelian apakah sudah bersih, jauh dari tempat pembuangan sampah, serta beli secukupnya sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan kapasitas tempat penyimpanan di rumah, ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si.,M.Si.,A.Pt., dalam laporannya menyampaikan bahwa, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan tiga cemaran, yaitu cemaran biologis, kimia, dan benda lain.

selain itu, yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat maka aman untuk dikonsumsi.

BACA JUGA  Sambut Atlet Berprestasi PON Papua, Ini Yang Dilakukan Pemda dan KONI Sumbawa

“Lansia menjadi bagian penting yang harus ditingkatkan peranannya mengingat budaya lokal, kadang lansia ikut berperan mengasuh cucu-cucunya dan menjadi bagian dalam menyiapkan dan memberikan makanan serta minuman bagi generasi bangsa, dikarenakan orang tua yang bekerja,” jelasnya.

Lanjut Kadis Jun, program Nasional Stunting menjadi model yang diharapkan dalam penuntasan kasus gizi di Indonesia yang mendapat perhatian serius oleh pemerintah dalam mewujudkan generasi yang tumbuh kembang dengan baik.

Adapun tujuannya dari kegiatan ini, yakni untuk memberikan pemahaman cara pengelolaan pangan yang baik dan meningkatkan pemahaman Lansia dalam menjaga keamanan pangan,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.