Pembangunan Smelter di KSB, Kabupaten Sumbawa Dapat Apa ?? Ini Penjelasan Kadis Nakertrans

oleh -988 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- PT Amman Mineral Industri saat ini sedang melakukan Rekrutmen tenaga kerja pembangunan smelter yang berlokasi di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Pembangunan pabrik pemurnian emas (Smelter) ini tentunya tidak lepas dari kegiatan pertambangan yang berada di Dodo-Rinti Kabupaten Sumbawa.

Antara kedua Kabupaten ini maupun dengan PT Amman Mineral Industri seharusnya terjalin kerjasama dan komunikasi yang baik terkait kegiatan pembangunan smelter maupun pertambangan di Dodo-Rinti.

Untuk mengetahui sejauh mana peran Pemerintah Daerah terkait rekrutmen tenaga kerja pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat, apakah Pemda Sumbawa dilibatkan atau tidak oleh PT Amman Mineral Industri (AMIN)??

Wartawan NuansaNTB.id mengkonfirmasi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, Dr Budi Prasetyo, M.AP,. Selasa (06/09/2022) sore.

BACA JUGA  Diskominfotiksandi Gelar Rapat Tim Fasilitasi MXGP Samota 2023 bersama Media

Menurut Doktor Budi sapaan akrab Kadis Nakertrans ini, perekrutan tenaga kerja pembangunan smelter di KSB secara besar-besaran tersebut telah diketahui dan Pemda Sumbawa tidak tinggal diam.

“Pemda Sumbawa telah mengetahui adanya perekrutan tenaga kerja pembangunan smelter di KSB dan Bulan Agustus lalu, Bupati Sumbawa telah bersurat secara resmi kepada Presiden Direktur PT Amman Mineral Industri,” ujar Doktor Budi.

Adapun substansi surat Bupati Sumbawa tersebut lanjut Doktor Budi, Kabupaten Sumbawa ingin memperoleh gambaran detil kebutuhan, kualifikasi serta mekanisme perekrutan tenaga kerja yang dilakukan oleh PT AMIN.

Setelah mendapat gambaran detil kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, pemerintah daerah dapat menyalurkan tenaga terampil yang tersedia di Kabupaten Sumbawa sesuai dengan kebutuhan pembangunan smelter tersebut.

BACA JUGA  Pemda Sumbawa Salurkan Bantuan 3 Miliar Lebih untuk Lunyuk

“Yang jelas kami tidak diam dan saat ini kita lagi menunggu pertemuan yang akan segera dilakukan oleh PT Amman Mineral Industri dengan Pemda sumbawa membahasa detil semuanya,” terang Doktor Budi.

Pembangunan smelter maupun pengembangan potensi pertambangan di Kabupaten Sumbawa, dalam hal ini Dodo-Rinti kata Doktor Budi, sudah seharusnya PT AMIN maupun Pemerintah KSB melibatkan Pemda Kabupaten Sumbawa mulai sejak tahap konstruksi sampai dengan tahap operasi.

“Smelter tersebut tidak bisa lepas dari Kabupaten Sumbawa sebab pertambangannya dari Dodo-Rinti juga. Kerjasama dan saling pengertian akan menjadi modal besar untuk bergerak bersama mendukung keberhasilan investasi di wilayah konsesi PT Amman Mineral yaitu di wilayah Dodo Rinti Kabupaten Sumbawa,” jelas Doktor Budi.

BACA JUGA  Jumat Curhat, Polsek KPL Tano Sasar Penumpang Kapal Laut

Sebelumnya Wakil ketua 1 DPRD Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori telah dengan tegas meminta PT Amman Mineral Industri untuk bersikap transparan terhadap perekrutan tenaga kerja pembangunan smelter di KSB.

Menurut Waka Ansori, kejelasan porsi naker untuk Kabupaten Sumbawa harus dibuka secara transparan jangan sampai sumbawa hanya menjadi penonton saja. Pemda Sumbawa diminta harus responsif dan jangan hanya menunggu namun bangun komunikasi. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.