Pemda Sumbawa Gelar SPIP Terintegrasi dan Penerapan Manajemen Risiko

oleh -959 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Bupati Sumbawa diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. Hasan Basri, MM., membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dan Penerapan Manajemen Risiko di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula H Madilaoe ADT Lantai III sumbawa ini, turut dihadiri Inspektur Kabupaten Sumbawa beserta jajaran, Perwakilan OPD Kabupaten Sumbawa, Para Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa, serta Seluruh peserta bimtek, Selasa (22/11/2022).

Bimtek SPIPBupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah, dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Drs H Hasan Basri, MM,. menyambut baik terlaksananya bimtek SPIP.

Menurut Bupati, SPIP dan manajemen resiko merupakan hal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan akuntabilitas keuangan daerah.

BACA JUGA  Agus Salim Daftar di Gerindra, Mohamad Ansori : Survey Tertinggi Siap Didukung Penuh

Pencapain pemerintah kabupaten Sumbawa dalam meraih WTP 10 kali berturut-turut bukan hal yang mudah, tentu itu semua perlu upaya yang terus menerus dan berkelanjutan.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, semoga dapat menghasilkan persamaan persepsi semua pihak, sehingga pengendalian intern perangkat daerah menjadi lebih baik, dan dapat meningkatkan nilai maturitas SPIP serta dapat mempertahankan opini WTP”, jelas Bupati.

Bupati juga menegaskan, seluruh pimpinan instansi memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengendalian intern sesuai dengan PP 60 Tahun 2008.

Dalam rangka pembinaan penyelenggaraan SPIP yang meliputi, sosialisasi, bimbingan, dan konsultasi APIP.

Kemudian, pengelolaan risiko juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan SPIP, semakin baik organisasi dalam mengelola risiko, maka akan semakin baik pula penyelenggaraan SPIP.

BACA JUGA  Imigrasi Sumbawa Rakor Antar Instansi, Satukan Persepsi Perbedaan Data Pasport

Selain itu, Bupati juga mengajak para pimpinan OPD untuk aktif berkontribusi dan bersinergi dalam proses evaluasi penilaian SPIP terintegrasi, sebagai langkah awal untuk menunjukan bahwa pemerintah kabupaten Sumbawa sudah membangun pengendalian internal yang baik.

“Saya berharap kepada seluruh pimpinan OPD untuk berkomitmen bersama dalam melaksanakan peningkatan kualitas SPIP terintegrasi serta penguatan manajemen risiko di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumbawa,” pungkas Bupati.

Sebelumnya, Inspektur Kabupaten Sumbawa, dalam laporannya mengatakan bahwa, untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel, perlu dilakukan pengendalian penyelenggaraan kegiatan pemerintah dengan berpedoman pada SPIP dan penerapan manajemen risiko dalam pengelolaan kinerja instansi.

Adapun peserta dalam kegiatan bimtek ini berjumlah 200 orang, terdiri dari 3 orang OPD (Dinas/badan) Kabupaten Sumbawa, 2 orang perwakilan Kecamatan Se-Kabuupaten Sumbawa, 64 peserta dari APIP (Inspektorat), serta 2 Narasumber dari Auditor BPKP Perwakilan Provinsi NTB. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.