Bupati Perintahkan Kadis Nakeswan Waspada Penyakit LSD pada Ternak Sapi

oleh -819 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Merebaknya penyebaran penyakit hewan berupa virus Lumpy Skine Disease (LSD) di pulau Jawa yang hanya menginveksi kerbau dan sapi membuat Pemerintah Provinsi NTB khususnya Pemkab Sumbawa untuk segera mengambil tindakan antisipasi dan kewaspadaan dini.

Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menginformasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik sambil tetap waspada dan selalu memantau kejadian-kejadian yang berindikasi pada penularan penyakit tersebut.

Bupati juga meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan agar segera mengambil langkah strategis diantaranya dengan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, untuk mengantisipasi masuk dan tersebarnya penyakit ini di wilayah Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan agar segera memerintahkan Kepala UPT Prokeswan se Kabupaten Sumbawa untuk mengambil langkah-langkah pencegahan.

BACA JUGA  Polisi Ringkus Dua Remaja Diduga Pengedar Sabu di Kecamatan Utan

“Silahkan lakukan pengecekan disentra-sentra peternak sapi dan kerbau serta segera melaporkan jika ditemukan tanda klinis yang mengarah pada LSD yang dapat berupa lesi kulit berupa nodul yang berukuran 1-7cm yang biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, ekor dan ambing,” ujar Bupati, Senin (06/02/2023).

Kemudian lanjut Bupati, segera melaporkan setiap temuan tanda klinis yang mengarah pada LSD melalui iSIKHNAS, selanjutnya melaporkan konfirmasi hasil melalui iSIKHNAS atau modul validasi iSIKHNAS.

Kemudian diminta juga agar meningkatkan aktifitas petugas medik dan paramedik veteriner di Puskeswan untuk selalu memonitor kejadian penyakit hewan menular strategis dengan prinsip 3E yaitu Early Detection (deteksi dini), Early Respon (respon cepat) dan Early reporting (pelaporan cepat) sehingga memudahkan koordinasi dengan instansi terkait.

BACA JUGA  Data C Hasil Rampung 100 Persen, Johan Rosihan Umumkan Kemenangan

Yang terakhir kata Bupati, agar terus meningkatkan pengawasan dan pengendalian lalu lintas hewan serta tetap berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Sebagai informasi, Penularan virus yang menyebabkan timbulnya LSD, dikarenakan adanya kontak langsung hewan yang sakit dengan yang sehat.

Penyakit tersebut juga bisa menular lewat makanan atau minuman yang tercemar dan kemungkinan munculnya vector seperti nyamuk culicoides, lalat serta caplak.

Virus LSD juga dapat ditemukan dalam darah ternak 3 minggu setelah terpapar dan dapat ditemukan dalam semen sapi jantan enam minggu setelah terinfeksi.

Virus LSD ini tidak menular kepada manusia dan tingkat mortilitasnya rendah namun dengan tingkat morbiditas tinggi. Virus ini juga tidak menginfeksi kambing dan domba.

BACA JUGA  Mangsa Ayam Warga, Ular Piton 5 Meter Berhasil Dievakuasi

Dampak dari penyakit ini pada hewan antara lain, terjadi penurunan berat badan, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas, sterilitas pada sapi jantan, keguguran pada sapi bunting serta kerusakan pada kulit. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.