SatPol PP Tindak Pelanggar Perda, 2 Pengusaha Didenda 15 Juta

oleh -591 Dilihat
oleh

Sumbawa, NuansaNTB.id- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap lalu lintas ternak yang datang dari luar kabupaten sumbawa.

Dari hasil penindakan tersebut selanjutnya dilakukan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap 2 pelanggar Peraturan Daerah (Perda) dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kelas IB Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Selasa (21/02/2023).

Pelaksanaan sidang Tipiring dilakukan oleh Pengadilan Negeri Sumbawa dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP berdasarkan Kuasa Penuntut Umum.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Dinas SatPol PP Sumbawa, M. Sukarman, STP,. selaku Penyidik, kepada media ini menjelaskan bahwa, Sidang Tipiring dilakukan kepada para pelanggar perda Lalu lintas ternak dan/atau bahan asal ternak Ternak yang terdiri atas 2 pelaku usaha Ayam Potong.

BACA JUGA  Stabilkan Harga Sembako, Wakil Bupati Sumbawa Turun Sidak Pasar

PelanggarMenurut Sukarman, para pelaku telah berjualan memasukan bahan asal ternak berupa 300 (tiga ratus) Kg daging Ayam Fresh dikemas dalam 6 (enam) karung warna putih milik KA dan 200 (dua ratus) Kg daging Ayam Fresh dikemas dalam 4 (empat) karung warna putih milik Hj EF tanpa dilengkapi dokumen dan izin sah dari pejabat yang berwenang dari kabupaten Lombok Timur menuju Kabupaten Sumbawa.

Para pelaku ini kata Sukarman, telah melanggar pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 19 ayat (1) Perda Nomor 12 Tahun 2013 tentang Lalu Lintas ternak dan/atau bahan asal ternak.

Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris, S.Sos,. mengatakan, pelaksanaan sidang Tipiring kali ini dilakukan Meeting dan berjalan dengan lancar dan tertib.

BACA JUGA  Operasi Pekat Rinjani 14 Hari, Polres Sumbawa Ringkus 56 Tersangka

Lanjut Kasat Haris, terdakwa dikenakan pidana denda sesuai dengan putusan hakim yaitu masing-masing sebesar RP 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah). Sedangkan hasil Pidana Denda Sidang Tipiring atas pelanggaran perda tersebut akan disetorkan ke Kas Negara.

“Warga Kabupaten Sumbawa wajib taat dan patuh terhadap Perda yang berlaku, karena kami akan menindak siapapun yang melanggar perda sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.