Dapat Bantuan 700 Juta, Sahril : 2024 Perpustakaan Sumbawa Miliki Buku Digital

oleh -1275 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, Nuansantb.id- Perpustakaan Daerah Sumbawa terus berupaya berbenah, mulai dari perbaikan infrastruktur bangunan maupun persediaan buku digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Arpusda) Kabupaten Sumbawa, Sahril, M.Pd,. yang dikonfirmasi media ini, Selasa (16/05/2023) mengatakan bahwa, pada tahun 2024 mendatang pelayanan di perpustakaan sumbawa diupayakan sudah digital.

Sejauh ini, kata Sahril, untuk dapat menuju ke sistem digital harus ditopang dengan anggaran yang memadai dan Alhamdulillah Arpusda sumbawa mendapat anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 700 juta.

Anggaran tersebut lanjut Sahril dialokasikan untuk pengadaan mebeleur dan fasilitas pendukung dalam rangka pemberian pelayanan digital dibidang perpustakan.

“Tahun 2023, kita dapat DAK untuk pengadaan mebeler termasuk peralatan informatika dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Sahril.

BACA JUGA  Ingin Jadi CPNS 2023, MenPANRB Buka Formasi untuk SMA dan Ini Syaratnya

Tidak hanya tahun 2023 saja perpustakaan sumbawa mendapat bantuan bahkan pada tahun 2024 mendatang juga kembali menperoleh DAK sekitar Rp 200 juta, dan bantuan itu akan dialokasinya untuk pengadaan buku elektronik.

“In Shaa Allah, tahun 2024 mendatang, pelayanan kita dibidang perpustakaan sudah masuk era digital. Lokasinya di gedung utama bagian depan,” jelasnya.

Mantan Kadis Dikbud ini mengungkapkan bahwa pihaknya sejauh ini sudah membangun jaringan dengan Forum Perpustakaa Digital Indonesia yang setiap tahunnya menggelar konfrensi perpustakaan digital.

“Sekarang eranya sudah digital. Mau tidak mau harus kesana dan kita harus terus berbenah,” terangnya.

Sahril yakin setelah perpustakaan yang dipimpinnya sukses memiliki persediaan buku digital sebagaimana saat ini sudah memasuki era digital maka angka kunjungan akan terdongkrak.

BACA JUGA  Disaksikan Presiden dan Panglima TNI, Prabowo Serahkan Pesawat Super Hercules C-130 J ke KSAU

Sekarang, angka kunjungan per tahun di perpustakaan ada sekitar 30 ribu. Itu didominasi oleh kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Sementara untuk kalangan PNS, TNI dan Polri, minat bacanya masih kurang dan ini harus didorong dengan adanya intruksi pimpinan secara langsung.

“Untuk menyiasatinya semua itu, kita juga mengadakan Perpustakaan keliling hingga ke desa-desa dan kami yakin diera digital, jumlah kunjungan akan bertambah,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.