SDM Terbatas, BNNK Sumbawa Fokus di Pencegahan dan Pemberdayaan

oleh -1902 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa terus berupaya menjadi yang terdepan dalam melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah kabupaten sumbawa.

“Desa Bersinar merupakan program andalan BNNK Sumbawa dalam melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di wilayah kabupaten Sumbawa terutama pedesaan,” ujar Kepala BNNK Sumbawa, AKBP Hurri Nugroho, SH,. MH,. saat silaturrahim bersama insan pers, Senin, (18/09/2023).

Menurut AKBP Hurri, hingga saat ini, BNNK Sumbawa telah membentuk 36 Desa Bersinar dari 157 dan 8 Kelurahan di Kabupaten Sumbawa, dan target 2024 mendatang, 50 persen telah terbentuk Desa Bersinar.

“Saat ini kita telah membentuk kurang lebih 36 Desa Bersinar dari 157 Desa dan 8 Kelurahan. Ada 2 Desa yang dibentuk melalui keputusan BNN Pusat yakni Desa Baru Tering dan Batu Bulan. Kemudian ada melalui keputusan Gubernur, seperti Desa Labuhan Burung, Labuhan Badas dan Brang Bara. Sisanya melalui keputusan Bupati Sumbawa,” jelas Mantan Jurnalis ini.

Lanjut AKBP Hurri, adapun kendala yang dihadapi oleh BNNK sumbawa saat ini selain keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), kondisi kantor yang belum memiliki ruang tahanan, dan anggaran.

Namun sejauh ini, Bupati Sumbawa dan Ketua DPRD telah mensupport BNNK Sumbawa dengan bantuan lahan untuk rencana tempat kantor yang nantinya akan dibangun secara bertahap.

“Kita sudah diberikan lahan untuk kantor di wilayah Kerekeh dekat SMKN 2. Untuk pembangunan nanti apakah menggunakan APBN, atau APBD masih dalam tahap pengajuan tetapi ketua DPRD mengusul dibangun secara bertahap,” jelasnya.

BACA JUGA  Polisi Amankan AI dan BB 1 Poket Sabu di Lopok

Sementara, saat ini BNNK Sumbawa masih menempati eks rumah dinas dokter yang merupakan aset milik Dinas Kesehatan Sumbawa.

Karena kondisi tersebut kata AKBP Hurri, BNNK Sumbawa lebih banyak fokus kepada pencegahan dengan menggandeng Pemdes yang anggarannya diwajibkan menggunakan Dana Desa.

“Di BNN, hanya saya saja yang dari Kepolisian sementara yang lain masih dari sipil, 8 orang dari PNS dan sisanya kontrak. Inilah yang menyebabkan kami belum bisa fokus kepada eksekusi penindakan disamping BNN belum miliki ruang sel tahanan,” terangnya.

Selain hibah tanah untuk pembangunan gedung representatif, Pemda juga membantu BNNK Sumbawa sebanyak seribu alat tes urin.

Di 7 tahun BNNK Sumbawa, diakui Hurri hanya baru bisa bergerak dibidang pencegahan dan pemberdayaan. Untuk pemberantasan, BNNK masih berupaya di samping tidak memiliki sel, di BNNK Sumbawa hanya ada satu polisi saja.

“Kami tidak punya tenaga penyidik dan polisi hanya saya sendiri dibantu oleh 8 tenaga PNS dan sisanya kontrak. Memang kalau idealnya, BNN melakukan penindakan, pencegahan, pemberdayaan dan rehabilitasi. Itulah yang kami berharap Pemda mau membantu karena kalau hanya mengandalkan APBN maka tetap tidak bisa maksimal semua yang disebutkan di atas,” ujar Hurri.

BACA JUGA  Seorang Pemuda Meninggal Akibat Sengatan Listrik di Lahan Jagung MSĀ 

AKBP Hurri berharap, BNNK Sumbawa dapat memiliki kantor representatif terlebih dahulu, baru setelah itu SDM yang mumpuni, tersedia penyidik, ruang tahanan (Sel) dan kelengkapan lainnya agar harapan kita menjadikan Kabupaten Sumbawa, bebas narkoba dapat dicapai secara bersama-sama.

“Beban berat yang kami terima karena orang selalu berbicara narkoba itu pemberantasan padahal pemberantasan narkoba itu tidak hanya di pengungkapan kasus tetapi juga pada pencegahan dan pemberdayaan.

Target BNNK Sumbawa tahun 2024 dari 157 Desa dan 8 Kelurahan harus sudah 50 persen Desa mengenal Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba). Caranya dengan menggandeng Pemdes, sebagaimana Permendes yang mengintruksikan bahwa masing-masing Desa memiliki anggaran P4GN.

“Untuk sosialisasi di BNN itu gratis. Silahkan bersurat agar kami dapat mengatur jadwal, karena yang kita tangani untuk sosialisasi ini bukan hanya sekolah saja bahkan Desa dan di setiap reses anggota DPRD juga kami dilibatkan,” ungkapnya.

Ke depan, BNNK Sumbawa juga memiliki program ketahanan keluarga. Dalam program ini bagaimana keluarga tetap saling mengingatkan. Kerena berbicara narkotika, pencegahannya dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan lainnya.

“Untuk penindakan, BNNK Sumbawa masih berharap kepada Provinsi dan Polres karena kami belum memiliki SDM untuk melakukan penindakan,” terang AKBP Hurri.

Koordinator Seksi Rehabilitasi, Ellyah Andryani, SKM menambahkan, sejauh ini untuk penanganan rehabilitasi di BNNK Sumbawa, ada sejumlah 22 orang yang di rehab dari target 25 orang yang tersebar di kabupaten sumbawa. Dari 22 orang tersebut 7 dari kalangan anak-anak SMP, sisanya umum baik SMA, Mahasiswa dan masyarakat.

BACA JUGA  Menuju Sumbawa Gemilang, Pemerintah Daerah Terus Tingkatkan Kapasitas Penyuluh dan Petani

“Kemarin kami, melaksanakan tes urin di Labangka ada 4 orang yang positif narkoba. Untuk keempat anak ini kita serahkan ke pihak sekolah apakah akan dikeluarkan dari sekolah atau tetap ingin dibina dengan melibatkan orang tua serta dilakukan rehabilitasi,” ungkap Ellyah.

Di Sumbawa lanjut Ellyah, tempat rehabilitasi dilakukan di RSUD sumbawa RS Sering, RSUP Manambai, dan RS Mataram, itu juga tergantung tingkat keparahan penggunanya.

“Penangan ada yang dilakukan rawat inap selama sebulan tergantung kondisi, bila masih dibutuhkan penanganan lanjutan, kita kirim ke Mataram. Kemudian ada juga yang dilakukan rawat jalan,” jelasnya.

Sejauh ini kata Ellyah, pecandu atau pemakai di sumbawa ini menggunakan barang yang sudah tidak ori atau tingkat keasliannya di bawah 50 persen.

“Narkoba yang digunakan oleh rata-rata yang dilakukan rehabilitasi ini sudah tidak asli, tingkat di bawah 50 persen. Karena kalau yang asli itu mahal. Ini bisa mereka beli dengan harga Rp.100 ribu hingga Rp.50 ribu,” katanya.

Sementara untuk pemberdayaan, BNNK Sumbawa bekerjasama dengan Lembaga Latihan Kerja (LLK) Sumbawa agar para pecandu ini bisa memiliki skill dan dapat beraktivitas dalam mencari penghidupan sendiri, pungkasnya. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.