Langkah Cepat Polsek Rhee, Bubarkan Group Geng “Teluk Minum Darah”

oleh -2594 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Kepolisian Resort Sumbawa kembali membubarkan kelompok remaja yang menamai diri Geng “Teluk Minum Darah” atau TMD yang dipimpin AF (15) warga Desa Bale Brang, Kecamatan Utan.

Pembubaran tersebut dilakukan oleh Kepolisian Sektor Rhee (Polsek Rhee), dengan memanggil para pelajar dan remaja, beserta orang tua/wali mereka, yang terlibat dalam kelompok geng TMD tersebut.

Sebelumnya juga dilakukan Operasi gabungan dengan Polsek Utan yang melibatkan pemdes, wali murid dan pihak sekolah yang dipimpin oleh Kapolsek Rhee, Ipda Harirustaman SH, bersama dengan para petugas lainnya.

Kapolsek Rhee, Ipda Harirustaman SH,. dalam keterangannya kepada media ini, Rabu (04/10/2023) membenarkan adanya pembubaran kelompok remaja yang tergabung dalam Geng TMD.

Menurut Kapolsek, kejadian berawal dari laporan tentang perundungan dan pelecehan yang dilakukan oleh kelompok yang menyebut diri mereka “Geng Teluk Minum Darah” (TMD) terhadap F 14 tahun seorang warga Desa Rhee.

“Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2023, sekitar pukul 20:30 WITA, ketika korban (F) sedang berbelanja di Indomaret di Kecamatan Rhee, ia menjadi korban pelecehan dan direkam oleh rekan-rekan AF yang merupakan ketua geng tersebut. Kejadian ini dilaporkan kepada Polsek Rhee pada hari berikutnya oleh orang tua korban,” kata kapolsek.

BACA JUGA  Polsek Sumbawa Bantu Turunkan Atap Rumah Warga yang Terbawa Angin

Polsek RheeAtas laporan tersebut lanjut Kapolsek, Kepolisian Sektor Rhee melakukan penyelidikan terhadap para pelaku yang diduga terlibat.

Adapun hasil penyelidikan terebut berbuah hasil, pada hari Selasa, 3 Oktober 2023, sekitar pukul 21:30 Wita, 7 remaja datang ke Polsek Rhee untuk menanyakan keberadaan AF, karena tidak pulang sepanjang hari itu.

Petugas piket di Polsek Rhee melakukan interogasi terhadap remaja-remaja tersebut dan menemukan bahwa ketujuhnya masih merupakan pelajar di salah satu SMPN di Rhee dan merupakan bagian dari geng TMD.

“Saat memeriksa ponsel mereka, ditemukan grup WhatsApp bernama “WAG TMD,” dan data tentang remaja-remaja ini dihimpun,” jelas Kapolsek.

Kemudian, pada Rabu, 4 Oktober 2023, sekira pukul 11:30 Wita, kata kapolsek, pihaknya memanggil remaja-remaja tersebut bersama dengan orang tua/wali, perwakilan Pemdes, Bhabinkamtibmas dan pejabat desa untuk melakukan pembinaan bersama dan pembubaran geng TMD.

BACA JUGA  Sering Meresahkan, Bhabinkamtibmas Kandai Dua Bubarkan Balap liar

“Selama pertemuan ini, Adit, ketua geng, diinterogasi dan mengungkapkan struktur geng TMD,” terangnya.

Kemudian, menurut pengakuan AF, geng TMD memiliki anggota sekitar 58 orang yang tersebar di wilayah Kecamatan Utan, Rhee, Sumbawa, dan Alas Barat.

Proses rekrutmen melibatkan AF dan wakilnya mendekati teman-teman mereka di kalangan anggota TMD dan mengajak mereka bergabung dengan janji akan memberikan bantuan jika ada masalah.

“Selama pertemuan tersebut, anggota geng TMD, bersama dengan orang tua mereka, perwakilan pemerintah desa (Pemdes), dan Bhabinkamtibmas menyatakan mereka bersedia membubarkan geng TMD,” ungkapnya.

Para remaja tersebut berjanji untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum atau menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Mereka setuju untuk tidak membentuk atau bergabung dengan geng atau organisasi lain,” imbunya.

BACA JUGA  Tak Kapok, J Diringkus di Rumahnya Wilayah Brang Biji

Kemudian lanjut kapolsek, di hadapan para peserta, anggota geng TMD membakar pakaian mereka yang terkait dengan geng tersebut. Ketua geng TMD, mengumumkan di grup WhatsApp bahwa “GENG TMD DIBUBARKAN DAN TIDAK AKAN TERLIBAT DALAM GENG APAPUN”.

Grup WhatsApp kemudian dihapus di hadapan orang tua/wali. Kartu SIM dari ponsel yang disita oleh Polsek Rhee dimusnahkan sehingga tidak ada lagi komunikasi antara mantan anggota geng TMD,” katanya.

Rekomendasi dari kegiatan ini adalah untuk terus berkoordinasi dengan Polres Sumbawa dan Polsek lain yang memiliki anggota geng TMD di wilayah mereka untuk mengambil tindakan pencegahan lebih lanjut.

Selain itu, disarankan agar BKTM mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengatasi masalah kenakalan remaja (fenomena geng) dan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk masa depan.

“Tindakan ini oleh Polsek Rhee bertujuan untuk meningkatkan keamanan masyarakat dan mencegah tindakan kriminal, dengan harapan menciptakan lingkungan yang lebih aman di Kecamatan Rhee,” pungkasnya. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.