Dewan Fauzi Tawarkan Solusi Agar Pendapatan Daerah Bertambah dan Petani Sejahtera

oleh -3361 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id– Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Fauzi, S.Ap,. berkomitmen untuk terus mengawal penggunaan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi kesejahteraan petani.

“Saya telah berkomitmen untuk terus mengawal penggunaan anggaran DBHCHT ini untuk kesejahteraan petani tembakau,” ujar Fauzi dalam rapat Koordinasi dan Penyusunan Rancangan Kegiatan Penganggaran (RKP) DBHCHT Tahun Anggaran 2024 di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (05/12/2023) pagi.

Bila penggunaan anggaran DBHCHT ini tepat sasaran kata Fauzi, maka Dana Bagi Hasil (DBH) untuk daerah akan bertambah dan petani pun dapat didorong untuk memperluas lahan penanaman tembakaunya.

“Solusi agar DBH untuk daerah bertambah cukup sediakan air untuk petani dengan cara pengadaan sumur bor. Bila air sudah tersedia cukup maka otomatis petani tembakau sejahtera dan lahan penanaman akan dapat diperluas,” jelas Dewan Muda asal Tolo’oi ini.

BACA JUGA  DPRD Sumbawa Gelar Bimtek Perencanaan dan Penganggaran APBD 2024 di Jakarta

Oleh karena itu, Fauzi meminta pemerintah daerah agar penggunaan anggaran DBHCHT, 20% bahkan 50% dapat digunakan untuk pengadaan sumur bor di wilayah penanaman tembakau.

“Kami para petani di Desa Tolo’Oi, Kecamatan Tarano di musim kemarau menanam tembakau, dan potensi keuntungan per hektare sudah 60 sampai 80 juta. Itu masih menggunakan air yang dipikul. Bagaimana kalau kita intervensi dengan sumur bor. Sebab, kebutuhan inti adalah air. Kalau bisa sumur bornya jangan yang 50 meter tapi 80 sampai 100 meter agar airnya tetap bertahan,” tegasnya.

Tembakau ini jelas Fauzi selain dapat memberikan pemasukan lebih bagi daerah juga dapat menjadi salah satu solusi mengurangi pembabatan hutan yang masif untuk menanam jagung.

BACA JUGA  Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Rumah di Utan Hangus Terbakar

“Kita tanam jagung 8 sampai 10 hektar keuntungan nya cukup dengan menanam tembakau 1 hektar saja dan modal menanam jagung sangat besar sementara tembakau tidak,” terangnya.

Selain itu, Fauzi juga menawarkan agar program ini tepat sasaran, pemerintah dapat fokus terlebih dahulu di wilayah-wilayah yang memang telah terbiasa dengan penanaman tembakau, salah satunya di Tolo’Oi,

“Tembakau sangat cocok dengan kondisi tupografi dan kreatifitas petani kita. Agar program berjalan tepat sasaran, pemerintah dapat fokus di wilayah yang memiliki potensi dengan petani yang terbiasa menanam tembakau,” pungkasnya. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.