Dua Bulan Air Macet, Warga Empang Jotang Ancam Segel Kantor PDAM

oleh -2638 Dilihat
oleh

Foto saat warga Empang Jotang mengadu ke Pemerintah Daerah, Selasa 19 Desember 2023

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Komplin dan keluhan masyarakat terkait pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Perumdam Batulanteh tidak hanya di perkotaan dan sekitarnya saja melainkan hingga ke bagian timur sumbawa tepatnya di Desa Jotang, Kecamatan Empang.

“Air PDAM di kecamatan Empang, Jotang dan sekitatnya sudah hampir 3 bulan ini tidak ada sama sekali. Anehnya meski air tidak mengalir pihak PDAM tetap meminta pembayaran pada warga,” ungkap Bambang Hermansyah salah satu perwakilan masyarakat Desa Jotang usai bertemu Kabag Administrasi dan Keuangan Pemda Sumbawa, Selasa (19/12/2023).

Menurut Bambang, akibat tidak adanya air PDAM mengalir masyarakat sangat dirugikan disamping pihak PDAM tetap meminta pembayaran ke warga dan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari harus membeli air bersih hingga ratusan ribu setiap bulannya.

BACA JUGA  Usung Tema Pluralisme dan Milenial, Semangat Perang Badar PKB Sumbawa Datangi KPU

“Kami masyarakat Empang dan Jotang sudah cukup bersabar menghadapi pelayanan buruk pihak PDAM. Air ini adalah kebutuhan utama warga yang seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut dalam penanganan jika ada kendala pada intake maupun perpipaannya,” jelas Bambang kesal.

Keluhan ini lanjut Bambang tidak hanya disampaikan pada manajemen cabang PDAM di Empang saja melain warga rela jauh dari Empang mendatangi kantor pusat di Sumbawa guna berharap permasalahan ini cepat diselesaikan.

“Kami sudah sampaikan semua keluhan ke Manajemen Cabang Empang dan hari ini perwakilan masyarakat kecamatan Empang, Jotang datang ke Sumbawa bertemu Pemerintah Daerah menyampaikan komplin serta permasalahan yang ada dan Pemda berjanji akan menyampaikannya ke Direktur PDAM untuk dapat segera menyelesaikan permasalah ini secepatnya,” jelas Bambang.

BACA JUGA  Musyawarah FK2D Sukses, Bupati : Kades Ujung Tombak Pelayanan di Desa

Meski Pemerintah Daerah berjanji akan segera menyelesaikan kata Bambang namun warga memberikan waktu 3×24 jam dan jika tidak terealisasi maka warga akan menyegel kantor PDAM cabang Empang, tegas Bambang didampingi warga lainnya.

Masyarakat berharap tuntutan yang disampaikan dapat diindahkan dan pelayanan buruk PDAM dapat menjadi catatan khusus Pemerintah Daerah selaku pemilik.

“Kami berharap agar permasalahan ini tidak melebar ke hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah daerah dan Direktur PDAM dapat mengindahkan tuntutan warga Empang, Jotang dan dalam waktu 3×24 jam air sudah harus mengalir, tidak ada alasan lagi,” pungkas warga Jotang serempak.

Hingga berita ini di publis belum ada tanggapan dari Direktur PDAM sumbawa meski telah berusaha menghubungi baik melalui telpon dan Whatsapp pribadi. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.