Masalah PDAM Empang Jotang, Ini Kata Direktur Abdul Hakim

oleh -1829 Dilihat
oleh

Foto kondisi bendungan Penyempeng Jotang, Kecamatan Empang

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Menanggapi permasalahan PDAM di wilayah Empang, Jotang dan sekitarnya Direktur PDAM Kabupaten Sumbawa, H Abdul Hakim, SE,. mengatakan bahwa, kendala yang terjadi membutuhkan biaya yang besar dan itu merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Kerusakannya cukup berat dan sebetulnya itu merupakan kewenangan BWS bukan PDAM namun kami sudah usulkan enam bulan yang lalu agar dapat ditangani oleh BWS dan rencananya akan ditangani tahun 2024 mendatang,” jelas Abi Akim sapaan akrabnya.

Lanjut Abi Akim, keadaan ini memang sudah dikategorikan darurat sehingga PDAM juga akan berusaha menangani meskipun alakadar dan tidak bisa sempurna karena itu juga bukan kewenangan PDAM tetapi BWS.

“Kami juga memahami kebutuhan masyarakat Empang, Jotang dan sekitarnya tersebut namun karena kendala kerusakan intake, sayap dan Pipa yang cukup parah akibat banjir dan lainnya sehingga kami belum bisa menangani maksimal,” jelas Abi Akim.

BACA JUGA  Hadapi MXGP Samota 2023, Pemda Sumbawa Tanam 400 Pohon Hijaukan Sirkuit 

Dikatakan Abi Akim, tim tekhnik dari PDAM sudah meninjau langsung ke lokasi kerusakan dan kerusakannya memang parah, membutuhkan biaya besar dan itu menjadi kewengan BWS bukan PDAM tetapi karena kebutuhan masyarakat yang tergolong mendesak maka PDAM akan berusaha memperbaiki.

“Agar air dapat segera dinikmati oleh pelanggan di wilayah Empang, Jotang dan sekitarnya, PDAM akan berusaha memperbaikan alakadar sambil menunggu perbaikan dari BWS,” terang Abi Akim.

Sejauh ini kata Abi Akim, sejak dilantik September 2022 lalu, dirinya mengaku telah banyak melakukan perbaikan. Air tidak dapat tersalurkan ke pelanggan dengan baik disebabkan oleh pipa yang sudah tua sehingga rentan bocor dimana-mana.

Adapun sesuai hasil Survey pada tanggal 26 Juli 2023 di Lokasi Sungai Buas Intake Penyempeng dan Instalasi Pengolah Air (IPA) Empang dengan Kapasitas 10 Ltr/dt. IPA Buas saat ini tidak dapat maksimal berproduksi.

BACA JUGA  Anis Matta: Revolusi Mental Masih Sebatas Slogan

PDAM Perumdam Batulanteh sudah mengusulkan hasil kajian teknis terkini ke BWS berdasarkan tinjauan di lapangan dalam rangka pemenuhan peningkatan produksi untuk mengoptimalkan sumber air baku yang ada dalam Pelayanan SPAM Kecamatan Empang dan Tarano, untuk mencapai asas kemanfaatan dalam memenuhi kebutuhan Air bagi Masyarakat.

“Kondisi intake saat ini banyak mengendap lumpur sehingga menekan ke badan bendung akibat daerah hulu yang mengalami kerusakan lingkungan dan fisik bendung yang sudah banyak rusak berat, sehingga bendung perlu di rehabiltasi untuk menjaga keberlangsungan dan peninggian permukaan air sungai, dan juga Bak pengumpul harus disesuaikan dengan situasi lokasi intake sekarang,” ungkap Abi Akim.

Untuk menangani hal tersebut kata Abi Akim, pihak PDAM sumbawa sudah mengusulkan ke BWS pada 7 agustus 2023 lalu untuk perbaikan intake, Rehabiltasi Bendung dan Optimalisasi Debit Air Baku dan Jaringan Pipa Transmisi Buas Jotang, Sungai Penyempeng Desa Jotang Kecamatan Empang.

BACA JUGA  Mudahnya Buat Pasport, Kantor Imigrasi Sumbawa Layani Eazy Pasport

“Kami sudah ajukan permohonan perbaikan 1 Unit Bendung dan Pipa HDPE 10” Panjang 60 meter di tahun anggaran 2023 dengan total biaya sebesar Rp. 420.417,000- ( Empat Ratus Dua Puluh Juta Empat Ratus Tujuh Belas ribu rupiah). Kami berharap usulan PDAM sumbawa dapat diakomodir pada anggaran 2024 sehingga dapat segera dikerjakan,” pungkas Abi Akim. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.