Pelindo Badas Klarifikasi Terkait Penolakan Baksos KM Malahayati, Ini Kata Karlinda

oleh -1502 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Berkaitan dengan pemberitaan di media massa baik cetak maupun online tentang dugaan penolakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis oleh KM Laksamana Malahayati, Rumah Sakit Apung milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di area pelabuhan Badas sumbawa.

Pelindo Cabang Pelabuhan Badas memberikan klarifikasi dan pernyataan resmi sebagai upaya meluruskan informasi yang beredar terkait penolakan bakti sosial RS Apung Malahayati.

Senior Manager Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Karlinda Sari dalam keterangan persnya, Ahad (17/12/2023) menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung kegiatan bakti sosial yang digelar dilingkungan sekitar pelabuhan dan bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar

Menurut Karlinda, Komitmen dukungan tersebut diwujudkan oleh Pelindo Cabang Badas Bersama KSOP Kelas IV badas dengan pemberian Ijin sandar oleh KSOP dan pelayanan sandar KM Laksamana Malayahati oleh Pelindo Cabang Badas di Dermaga 2 Pelabuhan Badas sejak tanggal 13 Desember 2023.

BACA JUGA  Dandim 1607/Sumbawa Letkol Haris Admaja Wafat, Ini Kronologinya

Berkaitan dengan rencana pembangunan terop di area kerja Pelabuhan, Pelindo bersama dengan KSOP setempat sebagai penanggung jawab keamanan dan keselamatan pelabuhan menilai hal tersebut dapat menganggu proses operasional pelabuhan.

Pelindo Cabang Badas bersama KSOP Kelas IV Badas juga mempertimbangkan area pelabuhan Badas merupakan zona objek vital dengan risiko potensial terhadap keselamatan dan kelancaran operasional jika terjadi gangguan aktiivitas tidak terduga.

“Pelindo menekankan pentingnya menjaga integritas area pelabuhan untuk mencegah gangguan yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas semua pihak baik dari segi keamanan maupun efisiensi operasional
pelabuhan,” ujar Karlinda seraya berharap kegiatan bakti sosial kepada warga bisa terus terlaksana dengan tetap mempertimbangkan point-point dimaksud.

BACA JUGA  Kecam Labelisasi Radikal Prof Din, Sumbawa Menggugat Lapor GAR-ITB ke Polisi

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat, SH,. marah dan mempertanyakan sikap Pelindo Labuhan Badas yang tidak memberikan ijin pemasangan terop untuk tempat berteduh pasien pengobatan gratis RS Apung Laksamana Malahayati di tanah lapang milik Pelindo dikawasan Labuhan Badas.

Haji Rachmat mengaku heran dengan kebijakan Pelindo Labuhan Badas yang melarang bakti sosial kemanusiaan pengobatan gratis.

“Dari semua Pelabuhan di NTB yang disinggahi RS Apung Laksamana Malahayati, hanya di Labuhan Badas ini tidak diberi ijin. Ada apa ini? Padahal ijin sudah lengkap semua,” tanya Haji Anggota DPR RI ini.

Selain itu, Rachmat juga menegaskan dan menggarisbawahi, bahwa pemasangan terop di lapangan terbuka Pelindo Labuhan Badas bukan kampanye melainkan bakti sosial untuk kemanusiaan.

BACA JUGA  Terduga Pelaku Persetubuhan Anak Kandung Dihakimi Massa

“Kenapa tidak diberi ijin seperti di Pelabuhan Lembar, Bangsal KLU, Labuhan Lombok Lotim dan Poto Tano KSB,” sesal Rachmat dengan nada tinggi.

Karena penolakan tersebut, akhirnya pelayananan pengobatan gratis dilaksanakan di Sekretariat DPC PDIP Sumbawa, \Jalan Lintas Sumbawa–Nijang, Unter Iwis, Sumbawa. Ribuan masyarakat datang untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan baksos gratis Malahayati. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.