Pulau Bungin Ditetapkan sebagai Kampung Reforma Agraria Pertama di Sumbawa

oleh -2601 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Pemerintah Provinsi NTB menetapkan 3 Desa di NTB sebagai kampung Reforma Agraria dan Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas merupakan yang pertama di Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah desa kami Pulau Bungin ditetapkan sebagai kampung Reforma Agraria bersama 2 Desa lainnya di NTB, yakni Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, dan Desa Mbawi di Kecamatan Dompu,” ujar Kepala Desa Pulau Bungin Jaelani, SH kepada media ini Sabtu (02/12/2023).

Menurut Jaelani, ditetapkannya Desa Pulau Bungin sebagai kampung reforma agraria pertama di kabupaten sumbawa karena sukses menjalankan program sertifikat tanah serta pendampingan UMKM, dan Desa Wisata.

“Kami di Desa Pulau Bungin dinilai dari segi sertifikat tanah yang sudah mencapai 95 persen dan semua bidang hak pakai sudah disertifikasi. Hanya tinggal 5 persen yang belum terdaftar dan juga ada program pendampingan UMKM dan Desa Wisata,” jelas Kades Jaelani.

BACA JUGA  Sambut MXGP, 14 Desa Wisata Unik di Sumbawa Diajukan ke Kementerian

Dikatakan Jaelani, pada saat menjadi pembicara pada rakor Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) belum lama ini, ia mengatakan akan berkoordinasi terkait dengan infrastruktur yang masih belum memadai di Desa Pulau Bungin, termasuk juga masalah sampah telah  disampaikan dalam rakor Provinsi dengan harapan agar ada solusi atas persoalan sampah dan juga tempat pembuangan akhir masyarakat.

“Fokus saya di Pulan Bungin bagaimana tercapainya kesejahteraan ekonomi masyarakat. Jadi kolaborasi sangat penting untuk menyelesaikan segala permasalahan pembangunan di Desa kami,” terang Jaelani.

Atas Prestasi yang diraih Desa Pulau Bungin, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq, SH,. memberikan apresiasi atas penetapan sebagai kampung reforma agraria.

BACA JUGA  Diduga Korsleting Listrik, Rumah Akhyar Labangka Terbakar

“Selamat kepada Pak Kades dan Desa Pulau Bungin yang telah ditetapkan sebagai kampung Reforma Agraria di NTB. Prestasi ini tentunya akan membuka kemudahan akses dalam membangun desa,” ungkap Rafiq.

Rafiq berharap agar masyarakat setempat bisa lebih banyak terlibat dalam pemanfaatan program Kampung Reforma Agraria, sehingga ekonomi masyarakat lokal dapat bergerak lebih baik lagi.

“Semoga ke depan kampung reforma agraria yang ada semakin berkembang dan unggul serta menjadi model bagi desa – desa lainnya sehingga akan lebih banyak masyarakat yang bisa mengakses sertifikasi tanah dan tujuan dalam meningkatkan ekonomi dengan pemberdayaan masyarakat bisa kita lakukan di sumbawa ini,” pungkas Rafiq. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.