Bupati Sumbawa Bersama Bulog Luncurkan Bantuan Pangan CBP Tahun 2024

oleh -1939 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Bulog meluncurkan Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Tahun 2024. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (31/01/2024) pagi tadi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah melepas secara resmi penyaluran secara simbolis kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) 8 kelurahan di Kecamatan Sumbawa.

Turut hadir mendampingi bupati, Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji, Kepala Dinas Pangan Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni, Pemimpin Cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, Waka Polres Sumbawa, Kompol. Iwan Sugiarto.

“Ini peluncuran tahun 2024 melanjutkan dari program 2023 sesuai instruksi presiden untuk kita laksanakan,” kata Pinca Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kepada wartawan usai kegiatan.

BACA JUGA  RSUD Sumbawa Mulai Layani Rapit Test Gratis Untuk Mahasiswa, Pelajar Maupun Santri

Dijelaskan, bantuan pangan CBP ini akan disalurkan selama 6 bulan, yang dibagi ke dalam 2 tahap penyaluran. Tahap I dilaksanakan pada bulan Januari – Maret. Kemudian, tahap II pada bulan April – Juni.

“Nanti penerima manfaat masing-masing menerima 10 kg per bulan. Total untuk Kabupaten Sumbawa berjumlah 49.581 orang PBP dengan total bantuan sebanyak 495.810 kg/bulan,” jelasnya.

Adapun sistem penyalurannya kata Zuhri, dari gudang bulog diangkut oleh transporter, lalu diantarkan ke titik distribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Sistem penyalurannya nanti diantar oleh transporter ke ke keluarahan san desa sesuai dengan titik sistribusi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dari gudang Bulog kemudian transporter mengantar ke titik distribusi, dan penerima manfaat langsung menerima beras,” terangnya.

BACA JUGA  Hadapi Turnamen Liga 3 NTB, Ketua Ansori Bentuk Kepengurusan Baru PS Sumbawa FC

Ditambahkan, untuk PBP ini telah dilakukan verifikasi data. Jika ada yang telah pindah alamat ataupun meningga dunia, maka bisa dilakukan pegantian penerima melalui musyawarah.

“Ditetapkan secara bersama oleh aparat desa setempat,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.