DPRD Sumbawa Kunker ke DPRD Provinsi Bahas Kebijakan Infrastruktur Pariwisata

oleh -745 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id – Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Syamsul Fikri AR SAg, M.Si bersama anggota Komisi I, II, III dan IV, Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Provinsi NTB terkait kebijakan perluasan infrastruktur penghubung Daerah pariwisata, Jum’at (01/03/2024).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Muhammad Saad SAP, Edy Syaripudin, Badaruddin SAP, Hasanuddin HMS, Adizul Syahabuddin SP M.Si, Muhammad Yasin Musamma SAP, Muhammad Nur SPd I, Junaidi dan Ahmad adam.

Rombongan diterima oleh Ketua Badan Kehormatan DPRD provinsi NTB H Lalu Budi Suryata SP.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri selaku pimpinan rombongan menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa sudah mulai mengembang destinasi pariwisata sehingga membutuhkan dukungan dari provinsi NTB.

BACA JUGA  Anggota DPRD Sumbawa Muhammad Fauzi Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Demikian pula ditambahkan oleh Basaruddin SAP untuk menunjang pengembangan pariwisata dibutuhkan peran pemerintah provinsi.

Menanggapi kedatangan para Ketua dan anggota DPRD Sumbawa, H Lalu Budi Suryata, SP,. menjelaskan bahwa DPRD Provinsi NTB senantiasa komitmen dengan pembangunan di Daerah terutama di Sumbawa sebagai Dapilnya dengan membangun infrastruktur karena daerah memiliki banyak potensi sumberdaya alam yang memukau dan sangat indah.

“Infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas ke daerah pariwisata,meningkatkan jumlah wisatawan, meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya.

Jenis Infrastruktur yang dibangun diantaranya transportasi, jalan raya, Bandara dan Pelabuhan. Untuk menunjang Informasi dan Komunikasi dibutuhkan Jaringan internet Telekomunikasi Amenitas berupa Tempat penginapan,restoran, tempat wisata, dan fasilitas umum.

BACA JUGA  Wabup Novi Jadi Pembicara di Forum Koordinasi Stunting Tingkat Provinsi NTB

Strategi Pemerintah lanjutnya dapat menyusun rencana induk pengembangan infrastruktur pariwisata, menyediakan dana untuk pembangunan infrastruktur dan bekerja sama dengan sektor swasta.

Meskipun demikian, peran masyarakat lokal sangat penting dilibatkan dalam proses pembangunan infrastruktur sehingga mendapatkan manfaat dari sektor pariwisata.

Dalam diskusi tereksplorasi beberapa tantangan yang harus dihadapi diantaranya Pendanaan. Biaya pembangunan infrastruktur yang tinggi Keterbatasan dana pemerintah Lingkungan Dampak pembangunan infrastruktur terhadap lingkungan Upaya pelestarian lingkungan

Sosial Konflik antara kepentingan masyarakat lokal dan wisatawan dan Upaya pemberdayaan masyarakat lokal.

Dari kunjungan tersebut rombongan mendapatkan pemahaman bahwa perluasan infrastruktur penghubung daerah pariwisata penting untuk meningkatkan aksesibilitas, jumlah wisatawan, dan pendapatan dari sektor pariwisata. Namun, perlu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pendanaan, lingkungan, dan sosial. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.