Jajaki Koalisi Gerindra-PAN, Ansori-Fachry untuk Sumbawa 2024

oleh -913 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024 mendatang, sejumlah bakal paket pasangan calon mulai muncul ke publik menampakkan keseriusan.

Selain paket Mofiq (Mahmud Abdullah-Abdul Rafiq) dan DETA (Dewi Noviany-Talifuddin), muncul juga satu paket yang menampakkan keseriusan yakni paket Sorry (Mohammad Ansori – Achmad Fachry).

Keseriusan itu dibuktikan lewat pertemuan Gerindra-PAN pada Rabu (06/03/2024) di DPC Gerindra untuk melakukan penjajakan awal rencana koalisi. Ketua DPD PAN Sumbawa Achmad Fachry diwakili Sekjen Syamsul Hidayat, SE dan diterima langsung Ketua DPC Gerindra Drs. H. Mohammad Ansori.

Dalam petermuan tersebut, skemanya masih dijajaki apakah Ansori-Fachry atau sebaliknya Fachry-Ansory.

“Partai Gerindra berterimakasih kepada Sekjen PAN atas kehadirannya. Pertemuan ini sekaligus terkait hasil Pilpres. Karena PAN adalah bagian dari koalisi Indonesia Maju yang memenangkan Prabowo-Gibran di Kabupaten Sumbawa sesuai target 70 persen. Karena ini momen Pilkada, karena di nasional adalah koalisi, insya Allah nanti linier berkoalisi di daerah dengan Partai PAN, karena sudah memenuhi syarat,” katanya.

BACA JUGA  100 Persen Anggota PWI Sumbawa Sudah Kompeten dan Diakui Dewan Pers

Diakui Bos rokok PS ini, ketertarikan dengan figur Achmad Fachry-adik kandung Dien Syamsuddin tersebut, selain karena satu koalisi pada pilpres juga karena figur yang sederhana, jujur lurus, terbuka, apa adanya dan tentu ikhlas berbuat untuk masyarakat.

“Ansori-Fachry bisa juga sebaliknya Fachry- Ansori. Masih dinamis,” ujarnya.

Sementara Sekjen PAN Syamsul Hidayat,S.E menyambut baik apa yang menjadi niat bersama PAN dan Gerindra untuk mewujudkan Sumbawa Maju yang Sejahtera dan Berkhimat.

“Saya kira ini masih terbuka lebar, baik pan dan Gerindra. Ini pertemuan awal, kami bicara santai, bicara ringan. Tapi tentu memiliki makna khusus bagi PAN kaitan dengan apa yang menjadi hajat bersama bagaimana mendorong salah satu kader terbaiknya untuk maju di Pilkada,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Sumbawa Lantik Direktur RSUD Baru dan 6 Pejabat Lainnya

“Persoalan nanti bisa Ansori-Fachri atau sebaliknya adalah pilihan yang sebenarnya tidak ada masalah bagi kedua partai ini,” Tambah politisi muda PAN ini.

Menurutnya, yang paling penting suasana kebatinan antar keduanya yang sudah terjalin dan chemistry nya nyambung. Keduanya adalah politisi santun dan menerima apapun yang menjadi keputusan bersama.

“Gerindra pada pileg mendapatkan 27 ribu suara dan PAN 23 ribu suara, saya kira ini adalah harga yang realistis. Artinya mesin dari kedua partai bergerak. Dari 325 ribu kalau kita lihat sebenarnya dari periode ke periode Pilkada tidak pernah ada pemenang di atas 30 persen. Artinya 325 ribu dikalikan 30 persen muncul angka 11 ribu. Saya kira ini menjadi PR kami bersama ketika kami ditakdirkan bersama mengarungi pilkada 2024,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.