Khutbah di Masjid Kebayan, Kapolsek Eko : Puasa Tanpa Sholat Hukumnya Tertolak

oleh -639 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Kegiatan rutin Polsek Sumbawa Polres Sumbawa, Polda NTB selama bulan suci Ramadhan yakni dengan melaksanakan Jum’at keliling bersama masyarakat.

Kapolsek Sumbawa, IPDA Eko Riyono, SH,. dalam khutbahnya di Masjid Al-Muhajirin Kebayan, Jum’at (15/03/2024) yang mengangkat tema “Mewujudkan puasa yang Berkualitas” menekankan ada 5 hal yang dapat merusak kualitas ibadah di bulan Ramadhan.

Menurut Kapolsek Eko dalam khutbahnya, lima hal yang dapat merusak kualitas ibadah di bulan Ramadhan yakni :

1. Beribadah tanpa ilmu
Beribadah tanpa ilmu ibarat berjalan tanpa penuntun yang tentu akan membuat kesulitan dalam menjalankan kehidupan.

Melakukan suatu amalan haruslah didasari dengan ilmu. Sebab, amalan yang dilakukan tanpa ilmu akan berujung pada kesia-siaan.

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mengatakan, “Tanpa ilmu, amal tiada gunanya. Sedangkan, ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia.”

Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 36 yang artinya :

“Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

2. Masih melakukan maksiat dan berkata kotor

Rasulullah SAW dalam suatu hadits bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Thabrani).

BACA JUGA  Peduli Korban Banjir Lito, Ketua Ansori Terjun Langsung Berikan Bantuan

Oleh karena itu berhati-hatilah dengan tiga perbuatan ini karena bisa membuat puasa Anda sia-sia:

Pertama, Berkata Kotor

Puasa adalah pendidikan bagi seorang Muslim agar menjadi manusia positif, baik pikiran, perkataan serta perbuatan.

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia (lagwu) dan kotor (rofats). Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”. (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Kedua, Berbuat Maksiat

Level puasa yang paling rendah adalah menahan dari makan, minum, dan hal lain yang membatalkan.

Sementara perbuatan maksiat seperti menyakiti atau berbuat zalim terhadap orang lain, menggosip atau ghibah, bertransaksi dengan tidak jujur, tetap saja dilakukan.

Jabir bin Abdillah memberikan nasihat, “Jika kamu berpuasa, hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu juga ikut berpuasa. Jangan kamu jadikan hari puasamu dan hari lain ketika tidak berpuasa sama saja.”

Ketiga, Berbohong

Salah satu esensi dari ibadah puasa itu sendiri adalah melatih kejujuran. Orang yang berpuasa tidak makan dan minum walaupun berada di suatu tempat yang tidak ada orang lain bersamanya, sebab ia jujur kepada Allah dan dirinya.

BACA JUGA  Aktivitas Jelang Lebaran Padat, Polsek Alas Lakukan Pengaturan Arus Lalin

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (qaul az-zuur) dan malah melakukannnya, maka Allah tidak butuh dengan lapar dan hausnya,” (HR. Bukhari).

3. Pelit dengan Harta

Orang yang memiliki harta tetapi dia kikir dan pelit juga dapat merusak ibadah dan puasa.

Sebagaimana dijelaskan bahwa siapa yang kikir, tidak mau menafkahkan harta di jalan Allah SWT. Maka kekikiran mereka itu akan merugikan diri sendiri, karena kikir itu akan mengganggu hubungan dalam masyarakat dan Allah SWT akan menghapuskan pahala mereka, serta menjauhkan diri mereka dari surga.

4. Puasa namun tidak sholat

Masih banyak diantara kita yang berpuasa namun tidak menunaikan sholat lima waktu padahal sholat merupakan rukun Islam yang wajib dikerjakan umat muslim tanpa ada alasan bagi laki-laki yang telah baligh.

Rasulullah SAW pernah bersabda “Yang membedakan seseorang diantara kalian dengan orang kafir adalah meninggalkan sholat,” (HR. Muslim)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah berkata, “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggal sholat tidak diterima atau tertolak kerena orang yang meninggalkan sholat bearti kafir dan murtad”.

BACA JUGA  Komisi VI DPR RI Apresiasi PLN Atasi Oversupply melalui Optimasi Kontrak IPP Hingga Rp 47 T

Rasullullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai sholat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir,” (HR. An-Nasa’i, Tirmidzi Ibnu Majah dan Ahmad).

5. Shalat Tarawih yang super ngebut, tidak tuma’ninah atau terburu-buru.

Yang dapat merusak kualitas ibadah di bulan Ramadhan yakni sholat tarawih yang super ngebut, tidak tuma’ninah atau terburu-buru.

Tuma’ninah adalah rukun dari shalat, sehingga apabila ditinggalkan baik secara sengaja atau tidak sengaja, maka shalatnya tidak sah. Hal ini berdasarkan hadits yang sudah

Dalam sebuah hadits dikisahkan, ada seseorang yang shalat sangat cepat dan tidak tuma’ninah, lalu Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya karena shalatnya tidak sah.

Beliau bersabda yang artinya : Kembalilah dan shalatlah! karena sesungguhnya engkau belum melakukan shalat.” (HR. Bukhari & Muslim)

Demikianlah khutbah singkat Kapolsek Sumbawa yang turut dihadiri oleh Kanit Samapta Aipda Soeprianto, SH,. Bhabinkamtibmas Brang Biji, Aipda L. Heru Kamarudin, Pengurus Masjid Al-Muhajirin Kebayan dan masyarakat setempat. (Nuansa/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.