Petani Kesulitan Air, Adizul Minta BWS Segera Tangani Irigasi Menuju Desa Simu

oleh -1000 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Menanggapi kondisi petani Desa Simu, Kecamatan Maronge yang kesulitan mengairi sawahnya yang diakibatkan oleh saluran irigasi Tiu Kulit mengalami sedimentasi dan tidak berfungsi normal.

Anggota Komisi II yang juga Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumbawa, Adizul Syahabuddin, SP,. M.Si,. meminta agar pihak terkait dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BSW NT 1) dan UPTD PSDAH agar segera turun melakukan penanganan.

“Saya selaku anggota komisi II yang membidangi pertanian meminta kepada BWS, kontraktor ataupun pihak terkait untuk dapat segera melakukan perbaikan mengingat tanaman petani saat ini sangat membutuhkan air,” tegas Legislator PKS 3 Periode ini, Selasa (05/03/2024).

BACA JUGA  Terpilih Secara Aklamasi, Mohamad Ansori Pimpin PSTI Sumbawa

Menurut Adizul, beberapa waktu lalu dirinya dihubungi oleh masyarakat petani Desa Simu yang menginformasikan kondisi saluran irigasi Tiu Kulit yang baru saja dikerjakan dan belum sempat digunakan sudah tertutup tanah yang dibawa oleh hujan baru-baru ini sehingga tidak dapat dilalui air untuk pengairan pertanian.

“Saya dihubungi oleh petani Desa Simu yang menginformasikan bahwa saluran irigasi yang baru saja dikerjakan sepanjang 3 km menggunakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN sebesar 5 miliar ini, belum sempat digunakan sudah tertutup tanah yang dibawa oleh hujan sejauh 2 km,” jelasnya.

Saluran irigasi ini kata Adizul merupakan tumpuan satu-satunya masyarakat petani dalam mengairi air sawahnya. Bila saluran tersebut tertutup tentu akan membuat petani dilema dan bisa membuat petani gagal panen.

BACA JUGA  Miliki Sabu, Seorang Pria dan Mahasiswi Diringkus PolisiĀ 

“Kami berharap kepada pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan dan membersihkan sedimentasi yang menutupi saluran air sawah petani ini,” ujar Adizul.

Selain itu, Adizul juga menyinggung masalah pertanggungjawaban pemeliharaan saluran maupun bendungan yang seharusnya tetap menjadi prioritas.

“Anggaran pemeliharaan ini tetap ada dan bila tidak dirawat serta dipelihara maka kemana biaya pemeliharaan saluran maupun bendungan yang setiap tahun digelontorkan? Sekali lagi Kami minta pihak terkait segera turun melakukan pembersihan sedimentasi irigasi menuju Desa Simu ini,” pungkas Adizul. (Nuansa/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.