Saluran Irigasi Tertutup Tanah, Petani Desa Simu Minta Pemerintah Segera Tangani

oleh -812 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Saluran irigasi bendungan Tiu Kulit, Kecamatan Maronge yang menuju Desa Simu mengalami sedimentasi.

Akibat sedimentasi tersebut ratusan hektar sawah pertanian tidak dapat teraliri air sehingga membuat petani khusus di wilayah Desa Simu menjadi resah dan kesulitan menangani tanamannya.

Sekretaris Desa Simu, Ruslan dalam keterangannya kepada media ini mengeluhkan keadaan saluran irigasi Tiu Kulit yang tidak dapat dilalui air disebabkan tertutup tanah.

“Kami masyarakat Desa Simu sangat kesulitan air untuk mengairi tanaman di sawah sebab saluran irigasi Tiu Kulit yang dikerjakan sepanjang 3 Km dengan bantuan DAK 5 Miliar ini telah tertutup tanah sejauh 2 km,” ujar Ruslan kepada media ini, Selasa (05/03/2024).

BACA JUGA  Amankan Kunjungan Mensos Risma, Polres Sumbawa Terjunkan 256 Personil

Irigasi tersebut kata Ruslan telah tertutup tanah semenjak hujan pertama di bulan Desember 2023 lalu dan hingga saat ini belum ada penanganan oleh pihak terkait dalam hal ini kontraktor yang diberikan tanggungjawab oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT 1) selaku yang menangani.

“Kami berharap pemerintah maupun pihak terkait agar segera menangani, mengingat padi yang ditanami menggunakan air hujan kemarin sudah sangat membutuhkan air dan irigasi inilah yang menjadi harapan masyarakat mengingat hujan sudah tidak lagi turun,” jelas Ruslan.

Sejauh ini lanjut Ruslan, para petani Desa Simu ingin berupaya mengangkat tanah dari dalam saluran irigasi tersebut agar air dapat teraliri hingga ke persawahan namun kondisinya terlalu berat dan masyarakat juga tidak mengerti apakah ini menjadi tanggungjawab petani atau BWS.

BACA JUGA  Gerakan 3 Kali Lipat Ekspor, Kabarantan Pacu Potensi Ekspor Komoditas Pertanian Sumbawa

“Kami sudah rapat dengan kepala Desa terkait sedimentasi irigasi ini namun membutuhkan alat untuk mengangkat tanah tersebut. Irigasi ini kata Kades masih dalam tahap pemeliharaan yang seharusnya BWS atau pihak kontraktor tetap memantau kondisinya,” ungkap Ruslan.

Selain itu lanjut Ruslan, ia telah beberapa kali berusaha mencari keberadaan pihak yang mengerjakan dalam hal kontraktornya namun belum berhasil hingga saat ini.

“Kami sudah coba menghubungi pihak kontraktor yang telah mengerjakan saluran irigasi ini namun belum berhasil. Kami juga meminta bantuan ke Anggota DPRD Sumbawa agar masalah ini dapat segera diatasi dan petani dapat mengairi tanamannya dengan baik. Sekali lagi kami berharap masalah ini dapat segera ditangani,” pungkasnya. (Nuansa/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.