Turunkan Stunting di Sumbawa, Pemda Perkuat Kerjasama dengan UNICEF

oleh -374 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Upaya mengatasi masalah stunting di kabupaten sumbawa terus dilakukan oleh pemerintah daerah dengan melibatkan berbagai pihak.

Seriusan Pemerintah dalam menangani stunting ini juga dengan melibat UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) dan telah menjalin kerjasama yang kuat.

Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting pada Jum’at (22/03/2024) kembali menggelar audiensi bersama UNICEF.

Dalam audiensi tersebut, UNICEF dan tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Sumbawa menyatakan bahwa kerjasama mereka, khususnya dalam bidang kesehatan, telah berjalan dengan baik.

“Fokus utama kerjasama ini adalah program-program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama di kalangan anak-anak,” jelas Wabup Novi.

BACA JUGA  Ganti Rugi Pengadaan Tanah Pembangunan SPAM Ai Ngelar Telah Disepakati

Lanjutnyaa, salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah program aksi bergizi yang melibatkan peningkatan kapasitas guru, kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Kabupaten Sumbawa, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya gizi remaja melalui edukasi gizi dan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, dan program sarapan bersama,” jelasnya.

Tidak hanya itu kata Wabup, kerjasama antara UNICEF dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mencakup program terintegrasi dalam sekolah-sekolah madrasah. Melalui peningkatan kapasitas guru, kegiatan UKS, dan tenaga kesehatan, mereka berupaya meningkatkan kesehatan di lingkungan sekolah dan madrasah.

Program lainnya yang telah dilaksanakan termasuk pelatihan bagi tim asuhan gizi di puskesmas dalam pengelolaan gizi buruk terintegrasi (PGBT), serta program deteksi dini balita wasting melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA).

BACA JUGA  Pasangan MOFIQ Bakal Jadi Paket Super Komplit untuk Kabupaten Sumbawa

“Penggunaan LILA merupakan suatu pendekatan sederhana namun efektif dalam menentukan status gizi balita, dan upaya ini melibatkan pelatihan bagi tenaga kesehatan dan ibu balita.

Selain itu, melalui posyandu keluarga sebagai pusat edukasi, diharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan gizi buruk dapat terwujud,” terang Wabup.

Mobilisasi masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya penanganan gizi buruk. Diharapkan semua pihak dapat berpartisipasi dalam penampisan balita dan mendampingi proses penanganan kasus hingga pulih.

“Dengan kerjasama yang terjalin erat antara UNICEF dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.