Jelang Pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa, HIKMA Ngayap Lako Maraja

oleh -541 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Menjelang Upacara Adat Pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa yang diselenggarakan pada tanggal 27-29 Mei 2024 oleh Majelis Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS).

Himpunan Keluarga Madura Samawa (HIKMA) melakukan silaturrahmi dengan Sultan Muhammad Kaharuddin IV di Istana Bala Kuning pada Sabtu malam, Ahad (26/05/2024).

Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan silaturrahmi antara Kesultanan Sumbawa, warga asal Madura yang tergabung dalam HIKMA Samawa.

Zubaidi Sofyan, salah seorang tokoh HIKMA Samawa, mejelaskan kegiatan ini untuk penghormatan kepada Sultan Muhammad Kaharuddin IV sebagai ‘orang tua’ bagi komunitasnya membuat mereka merasa wajib ngayap (datang menemui) kepada Sultan Sumbawa.

“Kalau di Sumbawa ada istilah ‘panulung’ ketika akan ada hajatan, maka di tradisi warga Sumbawa keturunan Madura juga demikian. Kedatangan kami ini sebagai bentuk dukungan kami kepada acara hajatan Pengangkatan Datu Rajamuda ini,” ujar Zubaidi.

BACA JUGA  Penataan Sirkuit MXGP Samota Dimulai, Pemda Sumbawa Gelar Doa Bersama

Sementara itu, H. Hasanuddin HD, salah satu tokoh Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), menjelaskan bahwa orang-orang Sumbawa asal Madura telah ada di Sumbawa sejak abad XIX, pada masa pemerintahan Sultan Amaroellah.

“Mereka memiliki tradisi berkunjung termasuk dengan keluarga Kesultanan Sumbawa. Pada saat itu, pionir orang-orang Madura yang datang ke Sumbawa mencari jejak guru agama atau ulama dari Sumbawa yang pernah mengajar guru mereka,” jelas Hasanuddin.

Keterikatan Tau Samawa asal Madura ini juga dipengaruhi oleh banyaknya yang menjadi takmir masjid maupun ulama, bahkan mendirikan pondok pesantren. Faktor kesejarahan ini yang membuat mereka erat kaitan dengan parenti kalanis Tau Samawa, Adat Berenti Ko Sara, Sara Barenti Ko Kitabullah; Taket ko Nene, Kangila Boat Lenge.

BACA JUGA  Pembangunan Smelter di KSB, Kabupaten Sumbawa Dapat Apa ?? Ini Penjelasan Kadis Nakertrans

Hingga saat ini, di Sumbawa, Tau Samawa asal Madura banyak yang bermata pencarian di bidang kuliner, terutama soto kambing Madura. Kuliner khas ini memiliki rasa yang berbeda dengan kuliner serupa di daerah asalnya.

“Pada 14 Agustus 2011 lalu, setelah Penobatan Sultan Sumbawa XVIII, mereka memohon kesediaan Sultan Sumbawa untuk meresmikan nama kuliner favorit Tau Samawa ini dengan nama Soto Kambing Sumbawa,” pungkasnya. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.