Kabupaten Sumbawa Raih Juara 3 Penilaian Kinerja Stunting Tahun 2024

oleh -88 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Kabupaten Sumbawa berhasil meraih juara III dalam penilaian kinerja aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTB pada tanggal 4-6 Juni 2024 di Hotel Lombok Raya.

Acara ini dihadiri oleh Pj Sekda Provinsi NTB, Ibnu Salim, dan Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, M.Pd,. bersama Wakil Bupati/Walikota Kabupaten/Kota se-NTb selaku Ketua TPPS Kabupaten/Kota bersama Perangkat Daerah terkait.

Ketua Tim Panelis Penilaian Kinerja Konvergensi Stunting NTB Huailid, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa upaya penurunan stunting memerlukan keterpaduan baik dari segi tata-kelola maupun penyelenggaraan intervensi gizi spesifik dan sensitif pada lokasi dan kelompok sasaran yaitu remaja, calon pengantin, Ibu hamil, Ibu menyusui, dan anak berusia 0-59 bulan.

Untuk mencapai keterpaduan/ konvergensi tersebut diperlukan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dalam pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian lintas sektor dan antar pemerintahan pada seluruh tingkatan, para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Untuk memadu-serasi beragam sumber daya, maka Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Bangda mendorong pemerintah daerah kabupaten/kota melaksanakan 8 (delapan) aksi konvergensi. Pelaksanaan 8 (delapan) Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting merupakan salah satu tugas dan fungsi Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Penilaian Kinerja (PK) Percepatan Penurunan Stunting merupakan proses/kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dalam mengevaluasi kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Untuk itu, Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting yang sudah dilakukan pada tahun 2024.” Diharapkan pelaksanaan penilaian kinerja ini, dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan 8 (delapan) aksi Konvergensi penurunan stunting,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Provinsi NTB menekankan pentingnya memperkuat konvergensi antara provinsi dan kabupaten/kota se-NTB untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting. Dirinya mengapresiasi Kabupaten Sumbawa yang telah melakukan berbagai upaya dalam hal ini, termasuk berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, PKK kecamatan, Camat, Puskesmas, dan Kepala Desa dan Lurah untuk menginisiasi inovasi-inovasi dalam percepatan penurunan stunting.

BACA JUGA  Bumikan Peran Pers bagi Kemajuan Daerah, IJTI NTB Gelar Rakerda Perdana

“Untuk mempercepat prevelensi penurunan stunting, maka provinsi NTB bersama kabupaten dan kota se ntb harus memperkuat konvergensi, demikian pula kegiatan ini adalah bagian dari upaya pembinaan konvergensi stunting di NTB”ucapnya.

Inisiator inovasi Ibu Akira Dewi selaku ketua TP-PKK Kecamatan Sumbawa yang meraih juara 3 dalam Lomba Inovasi Daerah Tahun 2023 dengan mengangkat gerakan “Chatting Ngopi Maseh” yaitu Cegah Stunting Ngobrol Promosi Intensif Makanan Sehat” kemudian inisiator berikutnya Lurah Lempeh dengan gerakan pemanfataan lahan pekarangan Kantor Lurah menanam sayuran dan pengembangan budidaya ikan air tawar bioflog dengan tema “Si HUNTING LEE” (Sistem Hidro Ponik untuk Intervensi Stunting) dimana hasil dari menanam sayuran dengan sistem hidroponik ini oleh TP-PKK Kelurahan Lempeh hasilnya dimanfaatkan untuk memberikan PMT Penyuluhan bagi Bayi Balita dan Ibu Hamil di Posyandu Keluarga Lempeh.

Dikatakan oleh Yuni Ilmi Kurniati STP.MSi Kabid PPM Bappeda Kabupaten Sumbawa bahwa inisiasi untuk inovasi ini memang terbilang baru dan diharapkan ini menjadi contoh bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan Kelurahan Lempeh walaupun bukan lokus penurunan stunting namun semua desa dan kelurahan di kabupaten sumbawa belum ada yang terbebas dari kejadian stunting oleh karena itu diperlukan upaya bersama menuntaskannya.

“Selain itu tahun – tahun sebelumnya juga telah ada inovasi DAMMIL 3.3 oleh Ketua IBI dan berhasil tembus nasional, demikian pula dengan DAMBA BESTI dan inisiator berikutnya adalah Ibu Bidan Sriaty, Amd.Keb yang mengangkat tema inovasinya adalah “DANCA BERSAMA KAK BIDAN” yaitu sinergitas stakeholder dalam rangka peningkatan status kesehatan calon pengantin dan ibu hamil” terang Yuni pejabat low profil ini.

BACA JUGA  Kunjungi Warganya, Wabup Novi Perintahkan Agar Terdata Penerima Bantuan PKH

Kemudian lanjutnya, Partisipasi dan konvergensi serta kolaborasi perangkat daerah terkait melalui Program/Kegiatan/Sub kegiatan yang mendukung capaian target indikator penurunan stunting melalui 29 cakupan layanan essensial dan 35 cakupan layanan supply antara lain kegiatan pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Pelatihan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), Pekarangan Pangan Lestari sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2024 terdapat kegiatan pemanfaatan pekarangan lestari pada 94 kelompok wanita tani juga terintervensi kepada keluarga beresiko stunting di 91 desa.

Demikian pula ada kegiatan pembangunan infrastruktur sanitasi di desa lokus, pembangunan IPLT dan air bersih, pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu Keluarga, kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita, Pos PAUD Holistik Integratif, monitoring dan evaluasi perencananaan pembangunan pemerintahan dan pembangunan manusia melalui rapat koordinasi, pelaksanaan kegiatan Pra Aksi Konvergensi dan 8 Aksi Konvergensi yang meliputi #Aksi 1 Analisis Situasi, #Aksi 2 Penyusunan Rencana Kegiatan, #Aksi 3 Rembuk Stunting, #Aksi 4 Peraturan terkait Percepatan Penurunan Stunting #Aksi 5 Pembinaan Pelaku dan Pemerintahan Desa/Kelurahan, #Aksi 6 Sistem Monitoring Evaluasi Data #Aksi 7 Pengukuran dan Publikasi dan #Aksi 8 Review Kinerja Tahunan.

Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting maupun Program/Kegiatan/Sub Kegiatan dan Kegiatan pada masing-masing Perangkat Daerah, TPPS Kecamatan, TPPS Desa/Kelurahan, Tim Penggerak PKK maupun kegiatan yang dilaksanakan oleh mitra kerja terkait mendukung penurunan stunting dengan semangat dan motto inovasi “TunTunGeraSumbawaKu” (tuntaskan stunting menuju generasi sumbawa berkualitas) dengan semangat kolaborasi, sinergi, partisipasi dan gotong royong bersama masyarakat.

BACA JUGA  Tingkatkan Penggunaan SP4N-Lapor, Kominfotiksandi Sumbawa Rapat Bersama Kadis Najam

Prestasi dan Semangat untuk Terus Berikhtiar

Meskipun tahun ini Kabupaten Sumbawa meraih juara III, setelah Lombok Timur dan Sumbawa Barat, prestasi ini tetap menjadi motivasi untuk terus berupaya mewujudkan masyarakat Sumbawa yang sehat dan cerdas. Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa menyampaikan pesan kepada seluruh OPD terkait untuk tetap semangat berikhtiar dalam menurunkan angka stunting.

“Prestasi ini berbeda dari tahun sebelumnya kita terbaik satu namun terlepas dari juara atau tidak bahwa, juara adalah bonus, dan yang penting adalah upaya untuk kemanfaatan masyarakat dan tetap semangat untuk berikhtiar mewujudkan Sumbawa yang sehat dan cerdas” ucap Adi Nusantara kaban Bappeda kepada seluruh OPD yang hadir.

Penghargaan yang diraih Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmen dan upaya nyata dalam mengatasi masalah stunting. “Dengan terus memperkuat konvergensi dan inovasi, diharapkan prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa dapat terus menurun, sehingga tercipta generasi generasi emas di sumbawa dan NTB yang lebih sehat dan berkualitas, Pungkasnya.

Hadir membersamai kegiatan ini dari Kabupaten Sumbawa adalah Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Drs. Irawan Subekti, Kepala Dinas Kesehatan H.junaedi, Apt, S.Si, MSi, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Tata Kostara.S.Sos, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi H. Varian Bintoro, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pertanian, Ir.Ni Wayan Rusmawati M.Si, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Janatul Falla, S.Sos, Sekretaris dan Kepala Bidang Kawasan dan Permukiman Rizki, ST pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.