MXGP Gagal, Pemda Sumbawa Upayakan Sail Indonesia 2024 Lebih Meriah

oleh -121 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus melakukan persiapan dalam menyambut rombongan peserta Sail Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan September 2024 mendatang.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Dr Dedy Heriwibowo, kepada media ini menjelaskan bahwa, kegiatan Sail Indonesia akan dilaksanakan sesuai jadwal pada September 2024.

Dikatakan Kadis Dedy, sebagaimana tahun sebelumnya, para yachter akan datang dengan rombongan yang cukup besar yang akan berlabuh di Teluk Badas.

“Sumbawa selaku destinasi utama dalam Sail Indonesia ini. Maka persiapannya harus maksimal dan untuk detail rundown nya telah didiskusikan. Tinggal kita memastikan tanggal serta berapa jumlah peserta yang hadir,” ujar Dedy, Kamis (06/06/2024).

BACA JUGA  Bupati Sumbawa Apresiasi Peran dan Kontribusi Sekolah Swasta Dalam Membangun SDM Daerah

Dikatakan Dedi, mengingat MXGP Samota untuk tahun 2024 ini telah dibatalkan maka kegiatan Sail Indonesia harus lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat event ini akan dilaksanakan tujuh hari di kabupaten sumbawa.

“Di Sumbawa akan dilaksanakan tujuh hari, sementara dilokasi lain hanya empat hari dan kita berupaya agar lebih meriah, sebagai pengganti event MXGP yang gagal dilaksanakan di Samota,” terang Dedi.

Lanjut Kadis Dedi, adapun untuk rencana destinasi yang akan dikunjungi oleh peserta Sail Indonesia ini yakni Pantai Gelora di Rhee. Di lokasi akan diadakan atraksi menarik untuk para peserta.

Kemudian, ada juga destinasi unggulan seperti wisata hiu paus di Tarano dan Barapan kebo. Panitia juga menyiapkan desa wisata di Pernek, Moyo Hulu dan Dusun Pemulung, Desa Labuhan Badas Sumbawa.

BACA JUGA  Jamin Kelancaran Komunikasi Masyarakat, BAKTI Kominfo Bangun POI di Sumbawa

Selain itu, salah satu destinasi yang disiapkan juga adalah Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh. Di lokasi ini para yachter akan disuguhkan wisata agro memetik kopi. Serta menikmati keindahan alam pegunungan Batu Lanteh.

Pihaknya juga sedang menampung usulan dari desa wisata lain yang masih dalam jangkauan para yachter. Sebab, para yachter mengharapkan agar jarak tempuh dari lokasi singgah menuju destinasi wisata tidak lebih dari dua jam.

“Terkecuali untuk lokasi hiu paus. Karena itu spesial permintaan para yachter. Meskipun lokasinya agak jauh, mereka tetap berminat” terang Dedy.

Untuk finalnya ungkap Dedy, setelah semua persiapan lengkap, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama Imigrasi, Syahbandar Pelabuhan Badas, Kepala Desa dan Pokdarwis lokasi kunjungan wisatawan Sail Indonesia.

BACA JUGA  PT PIS Apresiasi Dit Polair Polda NTB dalam Penanganan Kebakaran Kapal di Ampenan

“Nanti kita akan rapat koordinasi dengan smua stakeholder terkait ketika semua persiapan telah final. Semoga semuanya berjalan lancar dan kegiatan dapat dilakukan semeriah mungkin,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.